http://fikriansyah73.wordpress.com/2011/09/27/kisi-kisi-ukdm-pend-matem/
Selasa, 27 September 2011
Pengertian Metodologi Penelitian, berfikir, bersikap ilmiah dan urgensi Metodologi Penelitian terhadap perkembangan IPTEK
Pengertian Metodologi Penelitian, berfikir, dan bersikap Ilmiah serta urgensi Metodologi Penelitian dalam pengembangan IPTEK
Metodologi Penelitian merupakan pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang peneliti. Tanpa pengetahuannya akan Metodologi Penelitian tidak mungkin seseorang akan mampu melaksanakan penelitian secara Ilmiah.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Metode Penelitian merupakan suatu cara mencari kebenaran & asas-asas, gejala alam, masyarakat atau kemanusiaan berdasarkan disiplin ilmu yang bersangkutan.
Istilah Metodologi Penelitian diambil dari bahasa inggris, yakni methodolgical research yang secara harfiah diartikan sebagai berikut :
• Methodological, yang terdiri dari 2 suku kata, yaitu :
Method, yakni kumpulan dari suatu cara-cara tertentu
Logical, yakni cara berfikir lurus/jernih/sesuai dengan akal sehat
• Research, yang terdiri dari 2 suku kata juga, yaitu :
Re, kembali atau mengulang
Search, mencari atau menemukan
Jadi, Methodological research dapat diartikan secara harfiah sebagai kumpulan dari metode-metode/cara-cara tertentu yang dapat diterima oleh akal sehat untuk menemukan atau mencari sesuatu kembali.
Penelitian ilmiah merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang melibatkan unsur penalaran dan observasi untuk menemukan, memverifikasi, dan memperkuat teori serta untuk memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan.
Secara umum Metode Penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat 4 poinn yang dapat di ambil dari pengertian tersebut, yaitu : cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.
1. Cara ilmiah, berarti kegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
2. Data, yaitu hasil dari penelitian tersebut. Data yang diperoleh adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu, seperti VALID.
3. Tujuan, secara umum tujuan penelitian ini ada 3 macam,
-. Penemuan
-. Pembuktian
-. Pengembangan
4. Kegunaan, secara umum kegunaan dari suatu penelitian juga ada 3 macam,
-. Memahami
-. Memecahkan
-. Mengantisipasi masalah
Berfikir, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berfikira adlah menggunakan akal budi untuk meempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Banyak ahli berpendapat mengenai definisi berfikir. Kaum Asosiasionis berpendapat berfikir adalah suatu proses Asosiasi (mencocokkan), sedangkan kaum fungsionalis menyatakan bahwa berfikir merupakan suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan respons. Ada juga yang menyatakan bahwa berfikir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara 2 objek atau lebih.
Pengertian secara umum adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan didalam long term memory.
jadi dapat ditarik 3 kesimpulan, yaitu :
1. Berfikir adalah kognitif, yaitu timbul secara internal dalam pikiran tetapi dapat diperkirakan dari perilaku.
2. Berfikir merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan dalam sistem kognitif.
3. Berfikir diarahkan dan menghasilkan perilaku yang memecahkan masalah/diarahkan pada solusi.
Secara umum berfikir dapat diartikan “berkembangnya ide dan konsep didalam diri seseorang”. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan didalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian.
Sikap ilmiah, sikap ilmiah merupakan suatu sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti/ilmuwan/akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Karena sikap ilmiah perlu didalam proses penelitian.
Sikap ilmiah yang dimaksud tersebut, antara lain :
-. Sikap ingin tahu, dapat dilihat dari banyak pertanyaan yang timbul. Jika seseorang memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar, maka dia akan banyak bertanya.
-. Sikap kritis, dapat dilihat dari kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan bidang kajian yang akan dikajinya, unutk membandingkan kelebihan dan kekurangan antar satu informasi dengan informasi lainnya.
-. Sikap terbuka, sikap ini terlihat pada saat ini dia mau mendengarkan pendapat, kritik, argumen, serta saran dari orang lain.
-. Sikap objektif, yaitu ketika dia menyatakan pendapatnya tanpa diikuti perasaan pribadi.
-. Sikap rela menghargai karya orang lain, dapat dilihat ketika dia menggunakan kutipan orang lain. Dia dengan jelas dan terang-terangan mengatakan kalo dia memang mengutip pendapat orang lain.
-. Sikap berani mempertahankan kebenaran, hal ini dapat dilihat ketika seorang tersebut mempertahankan hasil temuan dilapangan, walau berbeda dengan dalil atau pendapat ahli.
-. Sikap menjangkau kedepan, sikap ini dibuktikan dengan selalu inginnya dia membuktikan hipotesisnya sendiri.
Seperti sudah dijelaskan diatas, Metodologi Penelitian adalah cara ilmiah untuk memperoleh suatu data dengan tujuan tertentu. Tujuannya beragam, antara lain ; penemuan, pembuktian, dan pengembangan.
1. Penemuan, berarti data yang diperoleh dari penelitian itu baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Misalnya menemukan metode mengajar Matematika yang efektif, efisien, dan menyenangkan ; media pendidikan, sistem evaluasi, dll.
2. Pembuktian, berarti data yang diperoleh tersebut digunakan untuk membuktikan adanya keraguan-raguan terhadap informasi/pengetahuan tertentu. Misalnya membukti keefektifan suatu metode mengajar yang baru, apakah efektif unutk digunakan di Indonesia atau tidak.
3. Pengembangan, berarti tujuan penelitian ini unutk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada. Misalnya mengembangkan metode mengajar yang telah ada menjadi lebih efektif.
Dari beberapa penjabaran mengenai tujuan dari penelitian itu, dapat dilihat bahwa Metodologi Penelitian memiliki tujuan utama untuk mengembangkan IPTEK.
Dari uraian diatas, dapat dilihat bahwa metodologi penelitian ini merupakan suatu kegiatan meneliti bagaimana metode mengajar yang baik, yang mana mengajar disini merupakan salah satu cara mengembangkan SDM yang sudah barang tentunya juga akan berimbas kepada perkembengan IPTEK. Dari sini terlihat pentingnya Metodologi Penelitian, karena tujuan Penelitian itu sendiri untuk mengembangkan IPTEK.
Tetapi yang jadi permasalahan, walaupun banyak yang mengadakan penelitian-penelitian atau semacamnya sebut saja mahasiswa. Kenapa Indonesia belum memiliki kualitas SDM yang memadai. Hal ini antara lain disebabkan oleh beberapa faktor, bisa jadi peneliti yang kurang menguasai Metodologi Penelitian secara bagus sehingga hasil penelitiannya tidak dijadikan rujukan oleh lembaga/pemerintahan. Sehingga penelitian itu kurang berguna hanya sebagai syarat suatu kelulusan tanpa memberikan dampak baik terhadap perkembangan iptek.
