BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 04 Agustus 2011

Bab I
Pendahuluan
A. LATAR BELAKANG
Kita banyak mengenal para filosof-filosof zaman dahulu yang membahas tentang alam semesta. Misal Thales yang mengatakan bahwa alam semesta ini berasal dari air dan masih banyak lagi pendapat yang lainnya.
Para ilmuwan zaman dahulu beranggapan bahwa alam semesta telah ada sejak waktu tak terbatas. Sehingga tidak ada momen “penciptaan”, yakni momen ketika alam semesta diciptakan. Gagasan keberadaab abadi ini sesuai dengan pandangan mereka yang bersifat materialisme, yang menyatakan bahwa materi adalah satu-satunya yang ada dijagat raya ini dan jagat raya ada sejak waktu tak terbatas dan akan ada selamanya.
Sedangkan para ilmuwan modern, terdapat tiga jenis jawaban mengenai asal-usul kejadian alam tersebut; realisme, idealisme, dan kritik. Beragam pandangan para ahli tersebut hanya berbicara tentang substansi dan materi alam itu sendiri. Belum sampai pada fungsi alam itu sendiri, bagaiman manusia memanfaatkan alam tersebut, termasuk bagaimana implikasinya terhadap pendidikan.
Untuk itu dalam penjabaran ini akan dikaji mengenai beragam permasalahan tentang alam semesta ini, tentunya berdasarkan al-qur’an. Dan didalamnya akan dikaji kandungan surat-surat yang sekiranya cocok atau sesuai dengan kajian alam semesta.

B. Rumusan permasalahan
• Siapa pencipta alam semesta ini ?
• Kenapa alam semesta ini diciptakan ?
• Bagaimana proses penciptaan alam itu sendiri ?
• Bagaimana implementasipenciptaan alam semesta dalam konteks pendidikan ?
C. Tujuan Pembahasan
• Pencipta alam semesta.
• Fungsi penciptaan alam semesta.
• Proses penciptaan alam semesta.
• Implementasi penciptaan alam semesta dalam konteks pendidikan.

Bab II
Pembahasan
A. Pencipta alam semesta
Tuhan itu memang dekat, namun betapa pula jauhnya . Sudah menjadi sifat manusia bahwa sulit percaya kepada sesuatu yang belum pernah dilihatnya. Jadi, untuk membuat manusia beriman terhadap Allah dengan cara mengalihkan perhatiannya kepada berbagai fakta yang jelas dan mengubah fakta-fakta ini menjadi hal yang mengingatkan eksistensi Allah. Oleh karena itu Allah menurunkan Al-quran sebagai “sebuah peringatan”, sebagai “sebuah petunjuk”, sebagai “sebuah pengingat”. Yang mana didalamnya terdapat hal-hal penting untuk menunjukkan kepada manusia bahwa segala sesuatu SELAIN dari pada tuhan termasuk keseluruhan alam semesta ini tergantung pada Allah.
Sesuatu sudah barang tentu ada penciptanya, karena jika ada ciptaan sudah pasti tentu ada pencipta. Begitu juga segala yang ada di alam semesta ini, termasuk alam itu sendiri.
Surat al-an’am ayat 101 sebagai berikut :
“dia pencipta langit dan bumi. Dan bagaimana dia mempunyai anak padahal dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu dan dia mengetahui segala sesuatu (al-an’am : 101) “

Terdapat beberapa poin yang dapat diambil dari ayat diatas, antara lain :
1. Tuhan maha pencipta dan menciptakan, kata dia pencipta dan dia menciptakan bermakna bahwa Allah-lah yang membuat, meng-create, menjadikan dari tidak ada ke ada. Allah adalah maha pencipta dan maha pemelihara segala sesuatu, termasuk alam semesta dan manusia.
“dialah yang menciptakan segala yang ada dibumi, kemudian ia berkehendak pula menciptakan langit, maka dia jadikan tujuh lapis. Dan dia maha mengetahui segala sesuatu”(al-baqarah: 29).
Allah lah yang menciptakan kita, juga telah menyediakan berbagai fasilitas, yaitu alam beserta isi-isinya.
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa”(as-sajadah: 4).
Disini juga dituliskan dengan jelas bahwa Allah menciptakan alam semesta ini beserta isinya. Didalam al-quran, membahas mengenai ke-tuhanan. Terutama sifat-sifat Allah, yaitu sebagai pencipta, pemelihara, pemberi petunjuk, keadilan dan belas kasih. Allah maha pencipta tidak mungkin ia hanya menciptakan begitu saja tanpa memelihara dan menjaga ciptaannya.
2. Tuhan mengetahui segala sesuatu mengenai ciptaannya.
Kata “dia menciptakan segala sesuatu” disini sangat jelas dikatakan bahwa Allah-lah yang menciptakan SEGALA SESUATU yang ada dialam semesta ini. Allah merupakan maha pencipta segala sesuatu, sudah tentu dia maha mengetahuinya. Karena dialah yang menciptakannya. Tentu Allah mengetahui bagaimana seharusnya ciptaannya itu bekerja.
“dan ingatlah ketika tuhanmu berkata kepada par a malaikat: aku akan menciptakan seorang khalifah di bumi”. Para malaikat berkata: “apakah engkau akan menciptakan orang yang akan membuat kerusakan didalamnya dan mengalirkan dara, sementara kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu serta mengagungkan-Mu. Allah berkata: Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui” (al-baqarah: 30).
Kata “aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui” menegaskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada dialam semesta ini, karena dialah pencipta alam semesta ini.

B. Fungsi penciptaan alam semesta.
Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Agar mampu menjadi seorang khalifah dimuka bumi ini, Allah juga menciptakan fasilitas-fasilitas untuk menjadikan manusia sebagai khalifah. Sungguh allah maha pengasih dan penyayang terhadap umatnya.
Realita menunjukkan bahwa manusia tidak mampu hidup tanpa alam. Manusia makan dan minum dari alam. Ia lahir kebumi ini ke suatu tempat dialam semesta ini, begitu juga ketika manusia meninggal, jasadnya akan dikembalikan ke alam semesta ini. sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa alam lebih tinggi derajatnya dari pada manusia. Karena manusia tidak bisa hidup tanpa alam. Ini merupakan anggapan yang keliru. Karena sesungguhnya didalam al-qur’an dikatakan bahwa alam ini diciptakan untuk manusia, atau dengan kata lain alam semesta ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh Allah kepada manusia.
Bumi merupakan suatu planet yang khusus diciptakan oleh Allah untuk manusia. Air, misalnya adalah senyawa yang sangat sulit ditemukan diplanet lain. Dalam tata surya kita, air berwujud cair hanya ditemukan dibumi. Terlebih lagi, 70% permukaan bumi tertutup oleh air. Jutaan jenis makhluk hidup didalam air. Pembekuan air, kapasitas air untuk menarik dan menyimpan panas, adanya badan air yang besar yang kita kenal dengan lautan, dan bahkan penyaluran panas yang melintasi bumi adalah karakterisitik yang hanya dimiliki oleh bumi.
Pada ayat ke-13 di dalam surah al-jatsiyah, yang berbunyi :
“dan dia menundukkan untukmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi semuanya ,(sebagai rahmat) dari padanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” ( al-jatsiyah: 13)
Pada ayat diatas, dikatakan “dan dia menundukkan untukkmu”, disini dituliskan bahwa alam semesta ini diciptakan untuk umat manusia, karena manusia adalah makhluk termulia diantara seluruh makhluk Allah lainnya.Dan segala sesuatu, baik itu benda-benda mati, hewan, tumbuhan dan segala yang diciptakan Allah untuk kepentingan manusia. Baik itu langit, bumi, maupun isinya.
Seperti yang tertera didalam surah ibrahim ayat ke-32, yang berbunyi sebagai berikut :
“ allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu ; dan dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan pula bagimu sungai-sungai .” ( ibrahim: 32)

Begitu juga hewan-hewan yang diciptakan oleh Allah, sesungguhnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah tidak ada yang sia-sia. Sebagaimana yang tertera pada surah an-nahl: 5, yang berbunyi sebagai berikut:
“ dan dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat-manfaat, dan sebahagiannya kamu makan” .

Ayat-ayat diatas menjelaskan tentang apa yang ada dibumi unutk dimanfaatkan oleh manusia. Pemanfaatan ini dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu :
1. Dengan cara memanfaatkan materi yang ada di bumi unutk mendukung kelangsungan hidup jasmaniah, seperti penggunaannya sebagai bahan makanan atau perhiasan dalam kehidupan duniawi.
2. Dengan cara merenungkan dan mengambil pelajaran terhadap sesuatu yang tak dapat digapai oleh tangan secara fisik, yang dengan cara demikian akan dapat mengetahui kekuasaan Allah yang menciptakannya, dan dapat dijadikan sebagai santapan rohani agar memperkuat akidah kita sebagai seorang muslim yang percaya akan adanya Allah SWT. Karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang sia-sia yang diciptakan oleh Allah.

Berdasarkan dua cara tersebut, maka dapat diketahui bahwa pada dasarnya kepada manusia dibolehkan untuk memanfaatkan segala ciptaan Allah yang ada dimuka bumi ini, dan tidak ada hak bagi makhluk untuk mengharamkan terhadap sesuatu yang telah dibolehkan oleh Allah tersebut kecuali dengan izin-Nya. Jadi alam ini diciptakan untuk manusia, dan manusia diperbolehkan memanfaatkan alam semesta ini untuk kehidupannya. Tetapi didalam penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk Allah SWT.
Kemudian juga pada ayat tersebut juga dituliskan “terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”, disini Allah menyuruh umat-Nya untuk berfikir mengenai kekuasaan Allah, mengenai kebesaran Allah, mengenai kehebatan Allah. “BELAJAR DARI ALAM”, itulah istilah yang tepat mengenai maksud ayat diatas. “BELAJAR DARI ALAM” merupakan istilah yang sering kita dengar dalam kehidupan kita. Apa yang dimaksud dengan “BELAJAR DARI ALAM” ini ? belajar dari alam disini berarti kita mempelajari gejala-gejala alam, kita mempelajari bagaimana proses alam itu bekerja, bagaimana keteraturan alam tersebut. Karena hal-hal tersebut berguna untuk kepentingan hidup manusia.
Dari fungsi ini kita mampu menggunakan alam semesta ini dalam dunia pendidikan. Sudah tentu alam semesta ini bisa dijadikan materi pelajaran agar semakin memperkuat tauhid kita. Selain itu juga didalam proses pendidikan kita juga mampu menggunakan alam semesta ini sebagai lingkungan pendidikan, sebagai media pendidikan.
Sungguh allah tidak menciptakan segalanya dengan sia-sia.




C. Proses penciptaan alam semesta
Berbicara mengenai proses penciptaan alam, terdapat beragam pendapat para ahli mengenainya. Mulai dari pendapat ahli yang beragama sampai yang atheis. Mereka semua cenderung berselisih dalam merumuskan hal tersebut.
Bagi para ilmuwan yang mengukur rancangan dan keteraturan alam semesta dengan menggunakan akal dan kesadaran mereka, tidaklah susah sama sekali untuk menjelaskan kesempurnaan ini. Ini karena Allah penguasa segala jagat raya, yang menciptakan segala jagat raya ini. Sebagaimana didalam surah al-imran: 190, :
“sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.” ( al-imran: 190)

Akan tetapi bagi para ilmuwan yang tidak mempercayai Allah, akan mengalami kesulitan besar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai alam semesta ini. Mereka bahkan berani menggunakan dalil palsu atau pemikiran-pemikiran yang cenderung dipaksa-paksakan.
Jika berbicara mengenai proses penciptaan alam semesta, kita akan banyak bercerita tentang penciptaan langit. Atau biasanya yang berhubungan dengan astronomi. Tahun 1920-an adalah tahun yang penting bagi perkembangan astrinomi modern. Karena pada tahun 1922, ahli fisika rusia, Alexandria Friedman menghasilkan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis, dan bahwa impuls kecil sekalipun mampu menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut.
Pada tahun 1929, astronomer amerika, Edwin Hubble membuat penemuan penting dalam sejarah astronomi. Ketika dia mengamati bintang-bintang melalui teleskop raksasanya, dia menemukan bahwa cahaya bintang-bintang itu bergeser ke arah ujung merah spektrumnya, dan pergeseran itu berkaitan dengan jarak bintang-bintang dari bumi.
Didalam fisika, spektrum berkas cahaya yang mendekati titik observasi cenderung ke arah ungu, sementara spektrum berkas cahaya yang menjauhi titik observasi cenderung ke arah merah. Pengamatan Hubble ini menyatkan bahwa benda-benda luar angkasa tersebut menjauh dari kita. Kemudian Hubble juga menemukan bahwa bintang-bintang tersebut selain menjauh dari bumi, mereka juga saling menjauh satu sama lain. Ini berarti bahwa alam semesta dengan kinstan “mengembang”.
Jika alam semesta ini mengembang, mari kita mundur ke masa lalu. Alam semesta ini berkembang, berarti alam semesta ini dahulu merupakan sesuatu yang kecil yang selalu berkembang hingga menjadi seperti saat ini. Jadi pada suatu saat dulu, semua materi di alam semesta ini terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai “volume nol”.
Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori big bang), disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 miliar tahun yang lalu yang mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah titik tadi. Didalam surah al-anbiya: 30 disebutkan :
“ dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman”. (al-anbiya: 30)

Kata “ratq” yang disini diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat yang berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “kami pisahkan antara keduanya” adalah terjemahan kata arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui persitiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq”.
Begitu juga pada surah fussilat ayat 11 disebutkan :
“ kemudian dia menuju langit dan langit itu masih berupa asap, lalu Dia berkata kepadanya dan bumi: “datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “kami datang dengan suka hati”.
Kata asap diatas diartikan oleh para mufassir adalah merupakan kumpulan dari gas-gas dan partikel-partikel halus, baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabil.
Dari ayat-ayat diatas, dapat diketahui bahwa terciptanya alam raya ini melalui proses pemisahan massa yang tadinya bersatu. Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut menggambarkan luar angkasa dan alam semesta. Disini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, didalam Al-quran yang diturunkan 14 abad silam dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang didapatkan dari penelitian oleh Edwin Hubble pada abad ke-20.
Dari uraian singkat diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa sebelum para ahli mengemukakan tentang teori big bang yang dimulai abad 20-an, al-quran telah jelas menceritakan bagaimana alam semesta ini terbentuk.

D. Implementasi penciptaan alam semesta dalam konteks pendidikan
Seperti yang telah dibahas diatas, bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT sebagai fasilitas bagi manusia. Atau dapat dikatakan alam semesta ini diciptakan hanya untuk umat manusia. Kenapa begitu ? karena setelah dikaji, ternyata banyak keistimewaan yang terdapat di alam semesta ini, yang diciptakan hanya untuk membantu kehidupan manusia.
Di alam semesta ini banyak sekali peristiwa alam yang dapat dipelajari oleh manusia. Periistiwa tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi manusia agar dapat menjalankan kehidupannya dengan lebih baik.
Allah menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya. Ini berarti semua hal yang terdapat di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah, yang pastinya Allah maha mengetahui segala yang diciptakannya. Pendidikan merupakan sesuatu yang terdapat di alam semesta ini, jadi pendidikan merupakan salah satu ciptaan Allah. Karena pendidikan diciptakan oleh Allah SWT maka dia tahu bagaimana pendidikan yang tepat itu, bagaimana pendidikan yang bagus itu, bagaimana pendidikan yang sesuai itu. Bagaimana kita mengetahui pendidikan yang bagus menurut Allah ? kita kembali kepada Al-quran, karena didalam al-quran lah terdapat semua petunjuk hidup hidup. Termasuk bagaimana proses pendidikan yang bagus itu. Jadi dengan kata lain, pendidikan yang bagus itu adalah pendidikan yang berdasarkan pada al-quran.
Selain itu, alam semesta dapat dijadikan sebagai materi dalam pendidikan. Maksudnya alam semesta ini dapat dijadikan materi/bahan ajar dalam kegiatan pendidikan. Karena selain menambah khazanah pengetahuan kita, mempelajari alam semesta juga dapat juga dapat menambah keyakinan, keimanan, dan menguatkan tauhid kita sebagai umat muslim. Mulai dari siapa pencipta alam semesta itu, tujuan diciptakannya alam semesta, bagaimana proses penciptaannya, fungsi alam semesta itu sendiri, dan sebagainya. Semua hal itu sangat penting dipelajari dan dijadikan materi pelajaran dalam pendidikan.
Kenapa kejadian alam semesta ini perlu dimasukkan kedalam materi pendidikan ? karena sesuai dengan firman Allah dalam surah al-jatsiyat ayat ke-13:
“dan dia menundukkan untukmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi semuanya ,(sebagai rahmat) dari padanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” ( al-jatsiyah: 13)

Di dalam firman Allah diatas, dikatakan bahwa “sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”, disini menyuruh manusia untuk mempelajari tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada alam semesta. Karena didalam kejadian tersebut terdapat kekuasaan Allah SWT, agar kita termasuk orang-orang yang selalu berfikir.
Jadi alam semesta memegang peran cukup penting didalam kehidupan manusia, karena alam memang diciptakan untuk mempermudah alias membantu kehidupan manusia. Termasuk didalam bidang pendidikan.






Bab III
Penutup

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah dimuka bumi ini. Oleh karena itu manusia diberikan fasilitas-fasilitas oleh Allah berupa alam semesta. Yang mana didalamnya terdapat kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau berfikir.
Didalam proses penciptaan langit dan bumi, terdapat beragam tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Oleh sebab itulah kenapa proses terciptanya alam semesta dimasukkan kedalam materi pendidikan. Karena selain menambah khazanah ilmu pengetahuan kita, dengan mempelajari alam semesta dengan tidak langsung kita juga telah mempelajari kebesaran Allah SWT.
Pendidikan merupakan salah satu yang diciptakan oleh Allah SWT. Karena Allah yang menciptakannya, sudah tentu dia yang mengetahui bagaimana seharusnya pendidikan itu berjalan. Agar kita mengetahui bagaiamana pendidikan yang semestinya itu, kita harus berpedoman pada kitab suci umat Islam yaitu : al-qur’an. Karena al-quran lah petunjuk langsung dari Allah mengenai bagaimana seharusnya kehidupan itu berjalan.
Didalam al-quran juga terdapat penjelasan bagaimana penciptaan alam semesta, dan penjelasan didalam al-quran ini juga telah dibuktikan oleh para ilmuwan-ilmuwan, baik zaman dahulu maupun zaman modern. Tidak sedikit juga ayat-ayat al-quran yang menjatuhkan pendapat para ahli yang salah.
Memang al-quran bukan lah merupakan buku pengetahuan, tetapi didalam al-quran terdapat beragam ilmu pengetahuan termasuk bagaimana pencipta alam semesta, proses penciptaannya, dan sebagainya.











Daftar Pustaka

Abuddinnata, Tafsir ayat-ayat pendidikan, Jakarta: Grafindo Persada, 2002
Harun yahya, kesempurnaan ciptaan atom, Bandung: Dzikra, 2004
Harun yahya, menyingkap rahasia alam semesta, Bandung: Dzikra, 2002
Harun yahya, penciptaan alam semesta, Bandung: Dzikra, 2004
Rahman, Fazlur, tema pokok al-quran, Bandung: Pustaka, 1996
www.al-habib.info.com
www.blog.its.ac.id
www.keajaibanalquran.com
www.agusset.blogspot.com
www.al-qurandanterjemahannya.com

0 comment: